frasamedia.com, Tanjungpinang – Sepanjang bulan Januari 2024 hingga September 2024, puluhan anak di Tanjungpinang menjadi korban kekerasan seksual.
Selain itu, pada periode yang sama, puluhan perempuan di Tanjungpinang, menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Dalam kurun waktu sembilan bulan tahun 2024 sebanyak 65 anak di Tanjungpinang, menjadi korban kekerasan seksual dan kekerasan fisik.
Pada kurun waktu yang sama, 45 perempuan di Tanjungpinang menjadi korban KDRT yaitu kekerasan fisik dari suami masing-masing.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tanjungpinang mencatat, anak di bawah umur banyak mengalami kekerasan seksual dan fisik sepanjang tahun 2024.
Rata-rata anak-anak mendapatkan Kekerasan seksual dan fisik dari orang-orang terdekat seperti orang tua sendiri, hingga kerabat dekat.
“Kekerasan anak ada 65 anak, dominan mengalami kekerasan seksual. Selebihnya kekerasan fisik,” kata Kepala DP3A Tanjungpinang, Bambang Hartanto.
Selain itu, kata Bambang, sebanyak 45 perempuan menjadi korban KDRT yaitu kekerasan fisik dari suami sah masing-masing korban.
“Yang paling dominan kekerasan fisik atau KDRT,” terangnya.
Jika melihat angka kasus kekerasan selama sembilan bulan, Bambang mengklaim, angka tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2023.
“Tahun 2023 lalu ada 102 anak dan 64 perempuan yang jadi korban kekerasan,” sebutnya.
Bambang menegaskan, untuk menekan angka kekerasan itu, pihaknya terus meningkatkan sosialisasi terhadap semua kalangan.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan terjadinya aksi kekerasan yang terjadi di lingkungan masing-masing.
“Masyarakat bisa melapor jika mengetahui adanya tindakan kekerasan terhadap anak maupun perempuan. Tim kami siap melakukan pendampingan,” tegas Bambang. (*/Ran)
Editor: Mya





