Kepri  

Permainan Rakyat Harus Diperkenalkan kepada Anak Tanjungpinang

Museum SSBA Tanjungpinang Gelar Pameran Temporer Permainan Rakyat

Permainan Rakyat Harus Diperkenalkan kepada Anak Tanjungpinang
Gasing, salah satu permainan rakyat yang harus diperkenalkan kepada anak-anak di Tanjungpinang. Foto: Dokumentasi Museum SSBA Tanjungpinang

frasamedia.com, Tanjungpinang – Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, permainan rakyat tradisional, perlahan mulai terlupakan oleh anak atau generasi muda.

Inisiatif menarik muncul dari Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah (SSBA) Tanjungpinang yang menggelar Pameran Temporer Wastra dan Permainan Rakyat.

Pameran temporer ini bertujuan untuk menjaga warisan budaya serta menanamkan rasa cinta terhadap permainan rakyat pada generasi muda khususnya anak-anak.

Museum SSBA Tanjungpinang akan menggelar pameran permainan rakyat ini selama lima hari. Mulai tanggal 31 Oktober hingga 4 November 2024.

Pihak museum memperkenalkan egrang, congklak, yeye, jengket, main keong, gasing, bakiak, injit injit semut, lu lu cina buta, belon dan ular tangga.

Nantinya pada pameran temporer di Museum SSBA Tanjungpinang ini, pengunjung terutama anak-anak, bisa mencoba langsung permainan tradisional tersebut.

Kepala Museum SSBA Tanjungpinang Siti Umi Muslimah, mengatakan pameran ini sebagai upaya untuk melestarikan permainan rakyat.

Menurut Umi, permainan-permainan tradisional yang ada di Tanjungpinang, mulai terpinggirkan akibat maraknya gawai dan permainan digital.

“Sekolah- sekolah yang memiliki kegiatan kewirausahaan, kami libatkan untuk bazar selama kegiatan berlangsung,” kata Umi, Minggu (27/10/2024).

Menurut Umi, anak zaman sekarang, cenderung lebih tertarik pada permainan berbasis teknologi. Sehingga kurang mengenal permainan tradisional yang sebenarnya sarat nilai-nilai edukatif.

“Melalui pameran ini dapat memberikan alternatif hiburan yang menyenangkan dan bermanfaat untuk anak-anak,” jelasnya.

Umi berharap, pameran temporer ini dapat menarik perhatian banyak pengunjung, baik dari kalangan keluarga maupun sekolah yang ingin memberikan pengalaman belajar kepada anak.

“Melalui acara seperti ini, museum dapat memberikan kontribusi dalam melestarikan kekayaan budaya bangsa dan pentingnya menjaga tradisi di tengah arus modernisasi,” terang Umi.

Dengan adanya pameran ini, anak-anak dapat memahami bahwa hiburan tidak selalu berasal dari teknologi modern, namun dari tradisi yang penuh makna dan kebersamaan.

“Ini menjadi langkah penting dalam menjaga identitas budaya di masa depan,” tutup Umi. (Ran)

Editor: Mya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *